Senin, 21 November 2011

ketika 1 juni LALU

mencoba untuk bangun dan berlari kembali itu sulit saat sudah terjatuh apalagi ketika tidak ada satu orang pun yang peduli, yah sekarang yang diandalkan hanya diri saya dan kekuatan saya untuk bangun dan kembali berlari, karena almarhum sudah tiada.

01juni2011
saat pesan singkat masuk di handphone nyah yang berisi

rabu 01 juni 2011. 12.00
om the mank
de, boboy meninggal yang sabar yah

air mata pun terjatuh tak tertahan lagi, pakaian rapih bersiap untuk mengikuti ujian akhir semester pun tak dipedulikan, rasanya saat itu gak percaya dan memang tidak mau percaya, benarkah sang penjaga aku sudah tiada tuhan? kenapa secepat itu aku ditinggalkan, dan kenapa aku tidak diberi kesempatan sama sekali untuk memberitahu dia "KALO AKU SAYANG DIA TUHAN, SAYANG MELEBIHI RASA YANG SEWAJARNYA" semua pertanyaan itu berkecamuk dalam diri aku, sampai akhirnyah ketika itu aku memutuskan tidak mengikuti ujian akhir semester itu, yah aku memutuskan untuk pulang dan berharap dapat memeluk dia sebelum dia disemayamkan.

"yank kamu mau pulang sekarang, terus uas kamu gimana?" tanya salah seorang pria disamping saya saat itu.
"apa? aku mau pulang yank. aku pengen cepet-cepet nyampe disana, aku pengen ketemu dia dulu sebelum dia disemayamkan. tolong anterin aku pulang yank", jawab saya tersedu menangis.
"terus ujian akhir semester kamu gimana?" tanya muda.
"aku mau ke kampus dulu yank, aku mau minta izin langsung sama pak sahala kalo saya gak bisa ikut uas hari ini, saya harus pulang."
"yaudah aku naterin kamu dulu ke kampus yah yank."

aku pun terus menangis dan menangis, memang saat itu air mata aku tak tertahan antara percaya dan tidak percaya kalo sahabat aku ninggalin aku buat selamanya.

saat di kampus tepatnya lantai 3 ruang 16
"daishe kenapa nangis?" tanya salah seorang teman wanita daishe.
diam dan tersedu terus berjalan mencari sesosok orang yang dapat membantu aku untuk izin uas hari ini.
"daishe kenapa?" tanya lagi salah seorang temanya kali ini bernama kasih.
"sahabat aku meninggal sih, aku mau ngejar pemakaman nyah dan aku sama sekali gak bisa uas hari ini, aku harus gimana? aku mau pulang sih" jawab daishe masih dengan tersedu.
"inalilahi, yaudah kamu telfon pak sahala ajah minta izin." kasih menjelaskan.
"tapi sih aku takut dia gak ngasih izin, aku beneran harus pulang." timbal daishe dengan ragu.
"apa salah nya mencoba, dia gak mungkin gak ngasih izin di saat genting kaya gini." kasih terus meyakinkan.

akhirnya aku memutuskan untuk menelfon pak sahala, masih dengan tersedu.

tuttttttttttt....tutttttttt......tuuuutttttttttt
pak sahala: halo
daishe : iyah pak selamat siang, ini saya pak daishe mahasiswa broadcast A 2009,
maaf pak mengganggu saya boleh minta izin tidak dapat mengikuti uas hari ini pak? dikarenakan kakak saya meninggal siang ini pak, saya harus pulang pak, untuk menghadiri pemakaman nyah pak, saya mohon.
pak sahala : iyah de silahkan. nanti kamu uas nya hari senin susulan.
daishe : terimaksih banyak yah pak. terimakasih banyak
pak sahala: iyah sama-sama de, saya ikut berduka cita
daishe: terimakasih pak , selamat siang
tut,tut,tut.................. telfonyah pun mati

"gimana des, boleh kan?" tanya kasih.
"iyah sih aku dizinin, aku balik sekarang yah sih, makasih." timbal daishe.

muda juga sudah standbye diparkiran belakang fakultas ilmu komunikasi padjadjaran.

"ayo yank aku pengen cepet-cepet nyampe disana." ajak daishe.
"iyah sayang, kamu yang tabah yah kita pulang sekarang". jawab muda.

17.00 dirumah duka

"kenapa sih gada yang ngabarin des kalo a boboy koma, kalo a boboy di rawat diruang icu?" protes aku pada salah seorang asisten pribady nyah.